Bupati Dedi Rumuskan Sekolah Ideologi Kebangsaan di Purwakarta

Foto : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi merumuskan sekolah ideologi kebangsaan di Purwakarta.

PURWAKARTAheadlinejabar.com

Inovasi dalam bidang pendidikan kembali diluncurkan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Kali ini, Bupati Dedi merumuskan sekolah ideologi kebangsaan di Purwakarta.

Pengajaran berupa internalisasi doktrin kebangsaan yang sudah dimuat dalam pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) akan dimodifikasi dengan mendatangkan pengajar khusus yang terdiri dari unsur perwira TNI Polri, PNS serta ulama yang dinilai memiliki wawasan kebangsaan yang luas.

Metodologi yang diterapkan dalam aktifitas belajar tersebut akan dibuat menarik dan aplikatif sehingga menimbulkan kesan menyenangkan bagi pelajar.

Baca Juga  Siapkan 70 Siswa Pilar Peradaban

“Sistemnya dibuat spesifik, misalnya diskusi interaktif, kita berikan stimulan wacana melalui konten animasi berisi fenomena yang melekat dengan kehidupan siswa sehari-hari,” kata Dedi sebagaimana disampaikan rilis Humas Pemkab Purwakarta, Rabu (7/12/2016).

Dedi mencontohkan, dalam membahas pokok bahasan cinta tanah air misalnya, pelajar tidak lagi dituntut memahami bahasan tersebut secara kognisi melainkan didorong untuk mengaplikasikannya langsung dalam kehidupan sehari-hari. 

Menurut dia, merawat alam dan lingkungan sekitar sekolah maupun sekitar tempat tinggal pelajar merupakan bentuk cinta tanah air yang sebenarnya.

“Kalau pelajar sejak dini diajarkan mencintai alam dan lingkungan maka disana akan lahir ketahanan lingkungan yang kuat,” terang Dedi.

Baca Juga  Kompak Jabarkan Pendidikan Karakter Perkotaan dan Perdesaan

Secara perilaku sosial, pelajar pun harus diarahkan untuk menginternalisasi nilai-nilai toleransi, bagaimana cara menghargai teman yang memiliki pendapat yang berbeda.

“Bagaimana cara menghargai teman yang memiliki perbedaan keyakinan. Ini kita dorong secara terus menerus sehingga muncul kekuatan kita sebagai bangsa,” beber Dedi.

Program terobosan ini dilatarbelakangi oleh minimnya penanaman ideologi kebangsaan sejak dini di Indonesia. Implikasinya menurut Dedi, generasi muda tidak lagi memahami bahkan banyak diantaranya tidak lagi hafal ideologi Pancasila baik secara tekstual maupun penerapannya secara kontekstual.

Baca Juga  Unhan Mengajar di SMK dan MA Islamic Centre Cirebon

“Hari ini kita lemah dikeduanya (tekstual dan kontekstual.Red). Secara teori lemah, dalam aspek aplikasinya apalagi, agar kita tidak kehilangan generasi maka ajaran Pancasila harus kembali dihidupkan di kedua hal itu,” katanya.

Civitas Akademika Universitas Indonesia pun diakui Dedi akan dilibatkan dalam perumusan sistem dan metodologi pengajarannya di seluruh sekolah di Kabupaten Purwakarta.

Sebelumnya, program Sekolah Ideologi sudah efektif dijalankan di Kabupaten Purwakarta setiap hari Senin selama dua jam pelajaran, mulai Tahun 2017 programnya berubah menjadi Sekolah Ideologi Kebangsaan yang akan diterapkan dengan sistem dan metodologi yang lebih aplikatif.

Editor : Dicky Zulkifly