Menhan Terima Produk Persenjataan Dalam Negeri

Foto: Menhan Ryamizard terima 15 jenis alat persenjataan.detikcom

JAKARTA, headlinejabar.com

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima 15 produk first article (FA) atau persenjataan produksi dalam negeri di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. Penyerahan dalam upaya pengembangan teknologi industri pertahanan (bangtekindhan) yang telah direncanakan melalui anggaran 2016.

Secara Simbolik,Direktur Jendral Potensi Pertahanan Kememterian Pertahanan (Dirjen Pothan Kemhan) menyerahkam salah satu produk first article prototipe. Hal tersebut sebagai simbol 15 produk first Article siap diproduksi secara massal.

Sesuai dengan Permenhan No39 tahun 2016 tentang Bangkindhan, ini pengembangan yang dilakukan industri pertahanan dalam negeri yang didukung dengan sumber anggaran rupiah murni.

Produk bangtekinhan tahun anggaran 2016 ini diberi anggaran 2016 Rp86 miliar untuk memenuhi tuntutan operasional rekrutmen.

“Ini udah siap diproduksi masal, kebutuhan produk sesuai dengan kebutuhan TNI berapa, kalau ada yang mau beli kita buat, ya jangan sampai mubazir. Untuk produksi di wilayah Indonesia dan luar negri (bagian kawasan) pasti kan ini gak kalah,” ujar Menteri Pertahanan Ryamizard, Selasa (14/2/2017).

Baca Juga  TMA Bendungan Jatiluhur Masih Normal

TerlihatĀ di Kementerian Pertahanan, Jalan Merdeka Barat Nomor 13-14, Gambir, Jakarta Pusat, Ryamizard menyelenggarakan acara gelar dan serah terima penyerahan produk FA serta penandatanganan kontrak produksi roket R Han 122 B.

Setelah itu Ryamizard meninjau display simulasi 15 produk di depan halaman Gedung Urip Sumoharjo, Kompleks Kantor Kemenhan. 15 Produk ini diperlihatkan oleh masing-masing dari pihak perusahaan yang memproduksi FA tersebut.

“Hari ini mendapat persembahan karya putra-putri bangsa, dengan 15 perkembangan baru, produk First Article untuk mempertahankan negara,” ujar Ryamizard saat sambutannya.

Ryamizard mengajak seluruh elemen termasuk TNI untuk menjaga, menghargai, serta mengembangkan produk ini. Dia juga berharap agar Bangsa Indonesia dapat terus berkarya dalam produk pertahanan. Dia berharap Indonesia segera bisa memproduksi kapal selam dan pesawat jet tempur.

“Tahun tahun kedepannya semoga kita bisa membuat kapal selam dan jet tempur dengan demikian lengkap lah, apa yang kita diperlukan kita buat sendiri, yang penting saling mendukung dan kerjasama. Itulah kuncinya,” sambungnya.

Baca Juga  Perlu Kolaborasi Formal Leader dan Informal Leader Cegah Terorisme di Kota Bandung

15 Produk FA ini dirancang guna mengisi peralatan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Rencana pelaksanaan produksinya juga akan melibatkan unsur pemerintah, industri pertahanan, serta pengguna.

“Telah dilakukan uji statik dan dinamis. Yang penting kita fokus pada alutsista, kerja nyata, kita harus memulai mandiri dan tidak bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan ini,” tambahnya.

Dalam hal ini Ryamizard menyadari belum adanya kemandirian bangsa dalam mewujudkan produk ini. Namun evaluasi perbaikan dan pengembangan akan terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan negara RI.

15 Produk FA tersebut terdiri dari lima produk matra darat, enam produk matra laut, dan empat produk matra udara, diantaranya:

1. FA Swamp Boat dari PT Mega Perkasa Engineering.
2. FA Kapal Selam Tanpa Awak dari PT Robo Marine Indonesia.
3. FA Target Drone dari PT Indo Pacific Communication and Defence.
4. FA Posko Dahanud Mobile dari PT Elektronika Utama ITB.
5. FA Bateray Pesawat C-130 dari PT Garda Persada.
6. FA Baterai Tank BMP-3F dari PT Garda Persada.
7. FA WCP/WPU Pesawat Hawk 209 dari PT Info Global Teknologi.
8. FA Idetification Friend or Foe dari PT Len Industri.
9. FA Simulator Meriam 57 mm dari PT Elektronika Utama ITB.
10. FA Mesin Hitung Mortir 81 mm dari PT Kinarya Acitya.
11. FA Simulator Latihan Tim Pelaksana Tembakan dari PT Enindo Mitratama.
12. FA Elektronic Support Measure (ESM) dari PT Infra RCS Indonesia.
13. FA Senjata Dooper dan Amunisi dari PT Pindad.
14. FA Ground to Air Radio dari PT CMI Teknologi.
15. FA Senjata Serbu Bawah Air 5,6 mm dari PT Pindad.(sumber data.detikcom)

Baca Juga  Anies Berharap Penerimaan KJP Plus Capai Target

REPORTER : YUSUF STEFANUS
EDITOR : DICKY ZULKIFLY