Foto : Ilustrasi

BANDUNG BARAT, headlinejabar.com

Pengelolan belum mencapai kesepakatan soal bagi hasil dengan pemilik lahan, objek wisata Cipanas Nagrak di Kampung Kancah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditutup sementara. 

Pengelola keberatan dengan kemauan pemilik lahan yang meminta bagi hasil 70-30 persen. Mereka menginginkan bagi hasil diangka 40-60 persen dari penjualan tiket senilai Rp10 ribu per orang. Apalagi, pengelola juga telah melakukan penataan terhadap lahan wisata tersebut.

Sekretaris Desa Cihideung, Erin Suhendi mengatakan, objek wisata tersebut selama ini dikelola oleh Karang Taruna dan masyarakat setempat. 

"Informasinya begitu, jadi memang ditutup pengelola karena pemilik lahan ingin bagi hasil lebih besar, sementara pengelola dari masyarakat sekitar merasa keberatan," kata Sekretaris Desa Cihideung, Erin Suhendi, Kamis (14/2/2019).

Erin mengatakan, Cipanas Nagrak berada pada dua desa yakni desa Sukajaya dan Desa Cihideung. Sumber air panas berasal dari Kampung Kancah Desa Cihideung yang dialirkan masyarakat ke lokasi obyek wisata saat ini.

"Sejak tanggal 22 Januari 2019 pengelola menutup obyek wisata, ditambah perizinannya sedang diurus dulu," jelas Erin.

Terpisah, warga sekitar Heru (42) mengaku dirinya berharap obyek wisata kembali dibuka. Dengan adanya obyek wisata ini membuka lapangan pekerjaan baru dan mengangkat perekonomian warga.

Obyek wisata yang telah berjalan setahun setengah itu diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Pada hari libur tercatat 4.000 wisatawan datang ke obyek wisata Cipanas Nagrak.

"Hari minggu bisa sampai 4.000 orang. Kalau sekarang katanya ditutup dan tidak boleh dikenakan tarif sekalian mengurus perizinan," ujarnya.(int/ist/dik)

Terpopuler