Mimpi Kang Mamat untuk Purwakarta

LELAKI kelahiran Purwakarta 28 Agustus 1970 silam ini, rupanya menyimpan segudang impian untuk kabupaten yang selama ini membesarkannya. Satu dari sekian banyak mimpi yang terpendam, yakni keinginan menjadikan Purwakarta sebagai kabupaten segitiga emas di Jawa Barat.

Siapa lelaki ini? Adalah Ir Muhammad Abdul Latief. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Purwakarta, memandang Purwakarta sebagai daerah yang memiliki banyak potensi. Mulai dari ekonomi sampai pariwisata. Potensi ini yang bakal mengantarkan Purwakarta sebagai kabupaten segitiga emas di Jawa Barat.

"Potensi ini berhasil dikembangkan dan dimaksimalkan oleh Kang Dedi Mulyadi selama menjabat Bupati Purwakarta dua periode. Seolah menjawab mimpi saya, Kang Dedi berhasil membangunkan puteri cantik yang tertidur," puji Muhammad Abdul Latief, membuka obrolan bersama headlinejabar.com di kediaman Gang Banteng, Kelurahan Nagri Kidul, Senin (12/6/2017).

Mahasiswa Universitas Trisakti Fakultas Teknik Sipil yang lulus tahun 1996 ini, memulai perbincangan. Purwakarta sebagai poros perekonomian dan wisata. Lalu, bagaimana cara mewujudkan mimpi dirinya itu?

Pebisnis yang karib disapa Kang Mamat itu memiliki beberapa konsepan. Purwakarta bisa lebih maju dengan dibangunnya ruang publik yang bebas, sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat warga masyarakat.

Foto : Muhammad Abdul Latief bersama keluarga.

"Istilahnya, free public sphere. Atau kita kenal dengan civil society, dimana sederhananya, warga masyarakat diajak bahu membahu membangun daerahnya. Melalui transaksi sosial politik yang positif," terang Mamat.

Lalu dengan membuka keran investasi tanpa membunuh pengusaha lokal. Ya, Mamat sebagai pebisnis berkeinginan mengajak seluruh jejaring pengusaha luar untuk berinvestasi di Purwakarta. 

"Dan langlah Kang Dedi sudah tepat, dengan melibatkan pengusaha lokal dengan porsi lebih besar dalam menyukseskan program pembangunan," jelas Mamat.

Selanjutnya yang lebih memungkinkan, yakni dengan memaksimalkan gerakan politik. Mimpi Mamat tersebut berupaya ia salurkan melalui peruntungan kesepakatan politik. Saat ini Mamat memutuskan untuk mendaftar sebagai calon kepala daerah melalui partai politik.

"Saya merasa terpanggil untuk memajukan Purwakarta. Tapi ada yang menjadi catatan penting, dalam keterpanggilan itu, saya tidak sanggup jika harus menjadi lebih sempurna daripada Kang Dedi, terus terang. Tidak akan bisa melebihi, minimal saya berupaya menyamakan," tutur dia.

Kalau untuk memelihara dan melanjutkan program pemerintah daerah, jelas dirinya sanggup. Bahkan suami dari Evi Fatimah ini berani memberikan jaminan. Jika tidak meneruskan program yang sekarang, Purwakarta tidak akan menemukan kesempurnaan.

Foto : Ketua Kadin Purwakarta Muhammad Abdul Latief mendaftar sebagai bakal calon bupati dan wakip bupati di DPC PDIP Purwakarta.

"Pembangunan itu harus konsisten dan berkelanjutan," ujar Ketua Askumindo Purwakarta ini.

Lalu apa saja yang sudah terbayang di benak, seputar visi misi dirinya untuk Purwakarta ke depan. "Visi misi saya sedikit, tanpa umbar janji. Saya hanya ingin memajukan Purwakarta, itu saja. Berusaha sekuat tenaga, insha Allah meneruskan," jawab Mamat.

Saat ini kunci kesuksesan Mamat sebagai kepala daerah tinggal menunggu dari satu orang. Kunci keberhasilan tersebut, tak lain berada di balik restu ibunya sendiri.

"Secara pribadi saya sudah siap dan bulat mencalonkan. Hanya saja tinggal menunggu restu dari ibu, saya belum bicara. Belum ada restu dari ibu, kalau sudah ada restu, saya maju melangkah lebih jauh," tutup dia.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY