Foto : Ilustrasi.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Forum Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Kabupaten Purwakarta menanggapi terkait sikap KH Adang Badruddin mundur dari jabatan Ketua Syuro Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Barat.

Ketua Forum DPAC PKB se-Purwakarta yang juga Ketua DPAC PKB Pasawahan, Acep Noviana mengatakan, ramai framing KH Adang mundur seakan-akan karena sangkut-paut aturan dan kebijakan partai.

"Itu cuma isu. Seakan-akan mundur karena tidak ditanggapi di DPW. Padahal, karena keinginan pribadi Pak Kiyai. Karena kondisi kesehatan Pak Kiyai sendiri dan keinginan beliau untuk konsen mengurus pesantren," ujar Acep, Rabu (26/2/2020).

Acep menyebut, meski KH Adang mundur dari PKB, tapi tetap peduli terhadap partai.

"Pak Kiyai mundur dari segi pengurus, tapi tetap jiwanya PKB. Beliau masih partisipan PKB," katanya.

Terkait kader akan ikut-ikutan mundur, ini kata Acep yang juga harus diluruskan. Jika KH Adang mundur karena soal aturan partai, maka kader juga akan ikut mundur.

"Kalau misal benar masalahnya karena kebijakan DPW, kita akan ikut mundur. Tapi, karena masalahnya ini keinginan pribadi Pak Kiyai, kita tetap lanjut di partai," kata Acep.

Terkait Peraturan Partai (PP) No1 tahun 2019 yang mewajibkan pengurus DPAC diisi oleh format kader berusia di bawah 35 tahun, Acep mendukung hal ini.

"Ya ada rencana mau diganti sama kader-kader milenial. Kelompok yang lebih tua juga saya kira pasti membimbing," ujarnya.

Sekretaris Forum DPAC PKB se-Purwakarta juga Ketua DPAC PKB Cibatu Jejen Setiawan menambahkan, DPAC tidak mempermasalahkan jika KH Adang benar-benar mundur dari partai.

"Ini semua tidak ada sangkut pautnya dengan kebijakan partai khususnya di DPW," ujar Jejen.

DPAC menghormati sikap yang diambil KH Adang untuk mundur dari PKB. Jejen mengetahui jika KH Adang berkeinginan lebih fokus mengurus pondok pesantrennya.

"Termasuk beliau ini dikabarkan sering sakit, dan tidak mau terganggu dengan kesibukan yang lain. Jadi sekarang konstentrasinya hanya ke pondok pesantren saja," ujarnya.

Diketahui, KH Adang merupakan mengurus Ponpes Al-Hikamussalafiyah Cipulus.

DPAC PKB se-Purwakarta, kata Jejen, mendukung penuh hasil muktamar Bali 2019, Peraturan Partai (PP) No1 tahun 2019 termasuk semua kebijakan di DPW.

"Tidak ada masalah sebetulnya buat kami. Sebagai kader yang baik, kami dukung semua kebijakan partai," ujar Jejen.

Putra KH Adang Badruddin, KH Muhamad Mahmud membenarkan terkait mundurnya KH Adang dari PKB.

"Benar abah mengundurkan diri, tapi bukan karena masalah partai apalagi masalah kebijakan di partai, bukan masalah itu," kata KH Mahmud.

KH Adang mengundurkan diri sejak Sabtu (22/2/2020) dengan alasan kondisi kesehatan, bukan karena masalah partai.

"Abah mengundurkan diri karena kondisi kesehatan bukan karena masalah partai," ujar KH Mahmud yang merupakan Ketua GP Ansor Purwakarta ini.

Sekertaris DPC PKB Purwakarta, Usep Solihin mengatakan dirinya tabayun.

"Saya tabayun kepada keluarga KH Adang. Bukan masalah kebijakan partai, melainkan masalah kesehatan," demikian Usep.(dik)

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)