Foto : Dedi Sutardi, caleg nomor urut tiga dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Pemilu serentak tinggal menghitung hari. Berbicara pemilu legislatif di tataran lokal Kabupaten Purwakarta, menarik untuk disimak. Pasalnya, calon legislatif (caleg) dari kalangan pendatang baru (new comer), sebagian besar diuntungkan untuk bisa duduk di kursi DPRD Purwakarta.

Karenanya, mereka dinilai bersih untuk bisa mengambil hati pemilih Purwakarta. Dibandingkan dengan caleg yang masih menjabat saat ini memiliki sandungan dan diindikasikan terlibat kasus korupsi SPPD fiktif dan bimtek fiktif yang kini masih tahap persidangan di Pengadilan Tinggi Bandung.

Salah satu calon legislatif DPRD Purwakarta pendatang baru, yang dinilai baik rekam jejaknya, datang dari daerah pemilihan 6 (Kecamatan Jatiluhur, Sukatani dan Sukasari).

Adalah Dedi Sutardi, caleg nomor urut tiga dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini dinilai mumpuni sebagian warga di dapil 6. Dedi yang asli putera daerah dari Kampung Serpis Desa Jatimekar Kecamatan Jatiluhur, memiliki latarbelakang baik sebagai pedagang sembako yang sukses.

Terutama latarbelakang keluarga ayahnya almarhum, Darsono adalah mantan Ketua RW di kampungnya yang dinilai memiliki jiwa kepemimpinan yang mengayomi.

Sementara, mertuanya H Adeng dikenal pengusaha yang dermawan, sering membantu kebutuhan tetangga, kerabat hingga rekan bisnisnya di sekitar waduk Jatiluhur dan kolam terapung.

"Ya mungkin sudah ada darah bapak saya almarhum ya. Sering bantu-bantu tetangga yang kesusahan merupakan panggilan hati." Ujar Dedi Sutardi singkat saat ditanya kesehariannya. Rabu (10/04/2019) saat ditemui disela kunjungannya ke desa panyindangan.

Dedi Sutardi juga tercatat sebagai ketua persaudaraan alumni jamaah haji KBIH Alhuda Jatiluhur. Dirinya, sering mengisi rutin kajian dan bimbingan teknis jamaah haji di KBIH tersebut.

Yang lebih mengenalkan sosok Dedi Sutardi adalah rutinitasnya yang tak lekang waktu sebagai Jamaah rutin pengajian pondok pesantren Al-aqhtob Sanrigos Cianting pimpinan KH. Enjang muhyidin Abdul Jabbar atau lebih dikenal dengan ajengan rawing cianting.

Jika Ajengan Rawing mengisi ceramah di pengajian-pengajian tabligh Akbar, tak jarang Dedi Sutardi ikut mengantarnya ke tempat pengajian yang digelar warga.

"Jadi sering antar kang haji (ajengan rawing-red) ke tempat undangan pengajian. Dekat alhamdulillaah, karena sering ikut jemaah pengajian di ponpesnya akhirnya Anak saya juga yang sulung pernah pesantren disana dan berangkat umroh dan jiarah ke hadrulmaut yaman selatan bersama." Sambungnya ketika ditanya kedekatannya dengan KH. Enjang Abdul Jabbar.

Itu baru aktivitas pengajiannya, belum lagi kerabat dan saudara keluarga Dedi Sutardi ternyata juga banyak berdomisili di desa sindanglaya dan Panyindangan kecamatan Sukatani.

Sementara sebagai pengusaha pedagang sembako yang berlokasi di pinggir danau jatiluhur, Dedi pun dikenal banyak pelanggannya yang tersebar di kecamatan sukasari, seperti di desa ciririp, desa kutamanah dan kertamanah. Termasuk para pengusaha kolam jaring apung.

Seorang pengusaha ikan kolam jaring apung, Bos Zahra warga kecamatan sukasari, menilai kehadiran Dedi Sutardi dipanggung politik DPRD Purwakarta merupakan angin segar bagi warga dan pengusaha ikan jaring apung.

Pasalnya, Dedi Sutardi selama ini dikenal banyak membantu para petani saat para petani kesulitan beberapa waktu lalu tempat usahanya ditertibkan satgas jaring apung.

Sikap Dedi yang rendah hati menurut Bos Zahra adalah kelebihan yang patut diapresiasi dari diri Dedi Sutardi.

"Beliau (Dedi Sutardi) dapat membantu menenangkan kami untuk terus bertani ikan Orangnya calm tapi menghanyutkan. Bersama kang Pipin Sopian dari partainya PKS. alhamdulillaah, semua seperti sekarang ini. Kami bisa kembali usaha dengan tenang, karena penertiban jaring apung dihentikan sementara." Imbuh Zahra.

Diakhir obrolan, Dedi Sutardi tak banyak janji untuk diwujudkan jika dirinya terpilih menjadi anggota DPRD Purwakarta mewakili dapil 6.

"Yang penting jaga ulama, jaga umat, lindungi para pengusaha lokal yang ada didepan mata saya. Ya minimal pengusaha dan petani ikan jaring terapung ini," tutupnya.(rls)

Terpopuler