Foto : Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama usai mendengar penolaka gugatan partainya oleh majelis hakim PTUN.

JAKARTA, headlinejabar.com

Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta memutuskan menolak gugatan Partai Islam Damai Aman (Idaman) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Penolakan gugatan didengar langsung oleh Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama, Sekjen Ramdhan dan Tim Kuasa Hukum Alamsyah.

Menurut hakim, materi gugatan dan berkas bukti-bukti diajukan tetap tidak memenuhi syarat supaya KPU meloloskan mereka menjadi peserta pemilu 2019.

"Gugatan penggugat tidak terbukti dan beralasan hukum, maka gugatan hukum ditolak. Mengadili, menyatakan eksepsi tidak diterima dalam pokok sengketa. Menolak gugatan dalam hukum, menghukum penggugat bayar ke PTUN Rp985 ribu," ujar Hakim Arief Pratomo saat membacakan amar putusan di PTUN Jakarta, Senin (10/4/2018).

Menurut Majelis Hakim, Partai Idaman tidak menguraikan secara lengkap gugatannya. Maka dari itu, gugatan Partai Idaman dianggap tidak jelas. 

"Maka sangat berdasar pengadilan mengesampingkan gugatan penggugat," ujar Kata Hakim Arief.

Diketahui,bahwa beberapa waktu lalu Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama menyatakan mereka menggugat KPU karena tidak meloloskan partai itu sebagai salah satu peserta pemilu.

Rhoma menyatakan akan tetap membuat koalisi permanen buat mendukung pelaksanaan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2019. Sikap ini, menurut dia, menunjukkan Partai Idaman adalah partai yang dapat mewujudkan keamanan dan kedamaian

Rhoma akan melakukan kordinasi dengan sejumlah partai lain yang untuk konsolidasi partai."Setelah ini kita akan lakukan komunikasi dan akan membentuk koalisi permanen dengan partai yang sejalan dengan kami," tutup dia.

REPORTER : YUSUF STEFANUS
EDITOR : DICKY ZULKIFLY

Iklan Ucapan Pelantikan Bupati

IMG 20180718 WA0016

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)