Foto : Surat pernyataan yang ditandatangani kader DPC Partai Hanura Purwakarta.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Ratusan Kader Partai Hanura Purwakarta yang tergabung dari pengurus DPC, PAC dan Tingkat Ranting ancam mengundurkan diri. Ancaman itu muncul setelah beredar kabar tentang adanya kabar pembekuan pengurus Partai Hanura Kabupaten Purwakarta serta penunjukkan pejabat lintas tugas (Plt)  Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Purwakarta yang saat ini dijabat R Priyatna Kusumah.

Ancaman para pengurus partai besutan mantan Menhankam/Pangab di zaman Orde Baru, Jenderal Purnawirawan Wiranto itu, tampaknya tidak main-main. Mereka secara spontan mengadakan pertemuan internal di Kantor DPC Partai Hanura, Jalan Veteran, Selasa (23/1/2018). 

Selama hampir satu jam mereka menggelar rapat secara tertutup. Seusai rapat, tampak mereka membuat pernyataan sikap secara tertulis dan menandatanganinya.

Ketua PAC Partai Hanura Kecamatan Maniis Dani Regiana, menegaskan, kondisi internal partainya saat ini sedang solid dan kondusif. Semua kader dan jajaran pengurus dari tingkat kabupaten hingga ranting sudah merapatkan barisan untuk menggenjot perolehan suara pada Pileg 2018. Jumlah perolehan saat ini sebanyak 4 kursi di DPRD menjadi motivasinya untuk ditambah. Sehingga partainya memiliki peran yang sangat signifikan di DPRD.

Foto : Kader Partai Hanura Purwakarta menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri jika terjadi pembekuan DPC Hanura Purwakarta.

"Dengan soliditas serta komitmen kuat yang sudah terbangun itu, jangan sampai rusak gara-gara adanya kebijakan DPP yang konon kabarnya akan membekukan Hanura di Purwakarta. Banyak hal yang harus dipertimbangkan apabila kebijakan itu benar-benar terjadi. Harus ada pertimbangan yang tidak hanya menyandarkan pada pilkada semata. Tapi juga harus mempertimbangkan kepentingan  Pileg 2019," tegas Deni.

Ia menilai, Partai Hanura terancam kehilangan kursi di DPRD Kabupaten Purwakarta jika pengunduran diri pengurus 17 pimpinan anak cabang (PAC) dan 192 ranting tersebut.

Ancaman pengunduran diri itu, lanjut dia, bukan berarti kontra produktif dengan keinginan partai dalam memenangkan sejumlah pesta demokrasi. Tapi justru sebagai bentuk pengingat bahwa ada kepentingan partai lebih besar dalam setiap pesta demokrasi itu. Di mana Partai Hanura tidak hanya menang dalam pilkada maupun pileg, akan tetapi keutuhan dan soliditas kader yang harus tetap terjaga.

Ia menambahkan, jika saat ini seluruh kader Partai Hanura masih solid mendukung kepemimpinan Kang Yayat sapaan akrabnya Ketua DPC Hanura Purwakarta sampai habis masa jabatannya. "Apabila DPC Purwakarta dibekukan. Maka kami pun siap mundur," tegasnya.

EDITOR : AGA GUSTIANA

klik disini

IMG 20180718 WA0016

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)