Foto : Bangunan SDN 1 Malangnengah rata dengan tanah.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto, akhirnya angkat bicara terkait penggusuran bangunan SDN 1 Malangnengah, Sukatani, yang terpaksa pindah ke Kantor Desa Malangnengah untuk proses belajar mengajar. 

Menurut Purwanto, Disdik meminta kepada pihak Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) untuk menyelesaikan bangunan sekolah yang baru dalam waktu 3 bulan, terhitung sejak awal 2020 atau masa tahun ajaran baru.

"Untuk sekolah yang terdampak KCIC di Purwakarta hanya ini (Malangnengah)," ujarnya di Tajug Gede Cilodong, Selasa (7/1/2020).

Para siswa tampak tak kondusif melakukan kegiatan belajar di kantor desa ini. Bahkan, sesekali seorang guru mesti meninggikan atau mengeraskan suaranya agar dapat terdengar oleh muridnya.

Belum lagi, ruangan aula yang hanya dipisah oleh sebilah papan, sehingga masing-masing guru perlu berlomba mengeraskan suaranya agar didengar oleh murid yang tengah diajarkannya.

Ketika disinggung terkait tempat sementara proses belajar yang tak kondusif dan bising karena ruangannya yang sangatlah terbatas, Purwanto justru mengaku tak menjadi persoalan.

"Ya enggak apa-apa daripada anak-anak gak belajar. Lagipula, anak-anak sudah biasa kok. Kalau di sekolah biasanya juga bising saat ada motor yang lewat," ujarnya seraya menegaskan terpenting anak-anak bisa belajar dan bangunan baru bisa segera selesai.

Bangunan SDN 1 Malangnengah yang mesti dibongkar gara-gara proyek nasional yakni kereta cepat, lanjut Purwanto, pihaknya menekankan agar KCIC dapat mengganti lahan bangunan sesuai dengan lahan yang telah dihilangkan.

Purwanto juga meminta pihak sekolah agar tak ada pengurangan jam belajar, melainkan mesti disiasati dengan cara pembagian waktu.

"Jam pembelajaran tak boleh berkurang dan pembangunan (bangunan baru) mesti sesuai keinginan kami," katanya.

Di samping itu, Wakil Kepala SDN 1 Malangnengah, Aja Sapja mengatakan pemindahan kegiatan belajar ke Kantor Desa Malangnengah sebelumnya sempat mendapatkan informasi tepatnya setahun lalu bahwa bangunan ini akan dirobohkan dan sementara belajar di kantor desa.

"Ya memang di sana (SDN 1 Malangnengah) berdiri di tanah milik desa dan kami seolah menumpang. Sekarang sambil menunggu bangunan baru di tanah relokasi kami sementara belajar dahulu di kantor desa," katanya di lokasi, Selasa (7/1/2020).

Bangunan SDN 1 Malangnengah yang baru ini berjarak 1,5 kilometer dari bangunan yang sebelumnya. Bangunan yang hendak dibangun memiliki luas 8.000 meter dan hanya 4.000 meter yang hendak dibangun.

"Nanti akan ada 12 ruangan kelas, kantor, musala, dan perumahan buat guru," ujarnya.

Ketika disinggung terkait persetujuan orangtua siswa, Aja mengaku mereka tak menyetujui bangunan dirobohkan dan mesti pindah. Tetapi, setelah diberikan pengarahan dan pemahaman, akhirnya orangtua siswa dapat mengerti.

"Di sini total murid ada 261 anak dan paling jauh ada yang dari desa tetangga yakni Desa Sukamaju yang jarak tempuh 1 kilometer," katanya.(dik)

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)