Foto : Tanpa Tanda Jasa, Guru Diingat Sebagai Pahlawan

Purwakarta, headlinejabar.com

Selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 73, semoga menjadi guru yang profesional, baik dan dihormati oleh para muridnya, seperti jaman dahulu selalu dikenang, diingat sebagai pahlawan. Meskipun tanpa tanda jasa.

Demikian dikatakan Sekda Purwakarta, Iyus Permana pada Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 73 yang digelar Pemkab Purwakarta, di Taman Pasanggrahan Pajajaran, Senin (26/11).

"Pada peringatan Hari Guru Nasional kali ini juga diberikan penghargaan kepada sejumlah guru berstatus honorer yang sudah mengabdi selama 10 tahun atau lebih. Alhamdulillah acaranya meriah sekali, hadir perwakilan guru dari 17 kecamatan, acaranya berjalan lancar," kata Sekda.

Selain itu, ada sejumlah program peningkatan kapasitas guru pada 2019 mendatang, seperti workshop untuk cara menulis karya ilmiah yang nantinya menjadi syarat para guru terutama golongan 4A ke 4B.

"Guru harus bisa membuat karya ilmiah, kemarin hampir 150 orang dan akan terus berlanjut dilaksanakan oleh PGRI dan Disdik untuk melaksanakan pelatihan-pelatihan yang menyangkut kepentingan para guru," ujarnya.

PGRI Semakin Dewasa

Di tempat yang sama, Ketua PGRI Kabupaten Purwakarta, Rasmita berharap pada ulang tahun ke-73 ini PGRI bisa semakin dewasa, semakin terarah pemikiran-pemikirannya dalam rangka memperjuangkan aspirasi anggotanya yaitu para guru.

"Tidak banyak bagi PGRI untuk yang diperjuangkan yaitu ialah kesejahteraan lahir dan batin, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya ini merasa nyaman, aman, sehingga apa yang ditugaskan kepada guru itu bisa dilaksanakan dengan baik," ujar Rasmita.

PGRI akan berjuang terus untuk memperjuangkan rekan-rekan guru yang masih berstatus honorer, mudah-mudahan pemerintah di 2019 bisa tuntas dan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. "Mudah-mudahan yang honorer ini bisa jadi PNS, atau paling tidak jadi pegawai yang statusnya diakui," ujarnya. (rls/eka)

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)