Foto : Kepala sekolah SMAN 13 Cimanggis Depok Mamad Mahpudin.

DEPOK, headlinejabar.com

Kepala sekolah SMAN 13 Cimanggis Depok Mamad Mahpudin membantah dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi di lingkungan sekolahnya,dirinya menjelaskan hal tersebut terjadi karena adanya miskomunikasi antara panitia penerimaan siswa baru (PPDB) dengan orang tua siswa dimana pada saat orang tua siswa mendaftar di kenakan biaya sebesar 3 juta rupiah per siswa,Sabtu (14/7/2018) lalu.

Menurut Maman uang 3 juta rupiah yang di bebankan ke orang tua siswa pada saat daftar ulang merupakan program dari pihak sekolah dan hal tersebut bersifat usulan yang nantinya hasil dari usulan tersebut akan di rapatkan pada sabtu pekan depan antara ortu siswa dengan pihak sekolah.

"Jadi, apa yang disampaikan panitia PPDB mengenai besaran biaya masuk itu baru sebatas rencana. Kepastian apakah ortu siswa baru, setuju atau tidak, baru akan dibahas dalam rapat Sabtu 21 Juli mendatang. Jadi ada miskomunikasi di sini Panitia PPDB sekolah tampaknya belum mampu menjelaskan secara tepat ke para ortu siswa, sehingga ada beberapa yang keberatan dan akhirnya keluar dan dianggap pungli," jelasnya,Rabu (18/07/2018)

Pihaknya sempat menjelaskan rincian dari uang 3 juta rupiah yang di beban ke ortu siswa dimana uang tersebut selain untuk mendukung pembangunan sekolah selebihnya di peruntukan untuk subsidi silang untuk siswa yang tidak mampu.

"Di tempat kami 25 persen itu siswa tidak mampu jadi kita bebankan persiswa itu sebesar 1.350.000 ribu rupiah untuk subsidi silang dan selebihnya untuk biaya pembangunan fisisk sekolah," paparnya.

Masih kata kepala sekolah bahwa pihak menghimbau kepada orang tua agar dapat berkomunikasi dengan pihak sekolah apabila memang dirasa ada keberatan terkait dengan pembiayaan.

"Kami pihak sekolah beserta komite siap membantu jika memang ada orang tua siswa yang memang merasa tidak mampu atau terbebani silahkan datang dan berkomunikasi kami siap membantu," katanya.

Sekali lagi di jelaskan bahwa akibat dari miskomunikasi pihaknya mengembalikan uang yang sudah di setorkan hal tersebut bertujuan untuk menghindari kericuhan lebih lanjut tetapi sekali lagi di katakan bahwa semua kembali lagi pada hasil rapat pekan depan.

"Saya sudah membuat surat edaran untuk mengembalikan uang tersebut silahkan di liat ada buktinya dan sudah banyak yang mengambil tetapi semua kembali lagi dari hasil kesepakatan rapat antara ortu dengan pihak sekolah ,jadi saya mohon yang mampu silahkan di bantu karena ini semua demi kepentingan siswa itu sendirin," tutupnya.

REPORTER : YOPI SETYABUDI
EDITOR : DICKY ZULKIFLY

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)