AKUNTANSI adalah bahasa bisnis dan dapat membaca perkembangan entitas usaha dari sisi keuangan. Akuntansi bagian dari ilmu ekonomi (sosial), sehingga Akuntansi selalu berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakatnya.

Bisnis selalu berkembang, akibat terbatasnya lahan industry di seputaran Jakarta, maka Karawang dan Purwakarta menjadi sasaran perluasan berikutnya setelah Tangerang dan Cikarang. Puncaknya, pada tahun 1990-an hadirlah kawasan industry Indotaisei di Karawang dan Besland Pertiwi di Kota Bukit Indah Purwakarta.

Industrial Estate Besland Pertiwi di Kawasan Kota Bukit Indah berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Purwakarta dan sekitarnya. Perkembangan ini diikuti pula oleh kebutuhan pelaku usaha akan tenaga terampil bidang operasional maupun administrasi, dan tenaga terampil Akuntansi menjadi incaran para pelaku usaha. Purwakarta di awal tahun 1990 kewalahan dalam menyediakan tenaga terampil Akuntansi, karena lembaga pendidikan formal di bidang Akuntansi baru berdiri sekitar tahun 2000.

Perkembangan Akuntansi di Purwakarta saat ini belum menggembirakan, dan masih tertinggal jika dibandingkan dengan Subang apalagi Karawang. Hal ini dapat dilihat dari jumlah Kantor Jasa Akuntansi yang ada di Purwakarta, dimana saat ini baru ada satu Kantor Akuntan Publik (KAP) yang beroperasi tahun 2018 lalu, padahal di Karawang telah lama berdiri puluhan Kantor Akuntan Publik (KAP).

Akuntansi dan bisnis tidak dapat dipisahkan, tanpa Akuntansi maka bisnis akan bisu dan tidak dapat dibaca atau dilihat perkembangannya. Entitas usaha di Purwakarta saat ini tumbuh bak cendawan sehabis hujan, namun mereka kesulitan dalam mengelola administrasi keuangannya, dan ini adalah peluang emas bagi para tenaga terampil Akuntansi.

Lembaga pendidikan Akuntansi baik formal maupun non formal berlomba meluluskan tenaga Akuntansi baru yang mumpuni untuk mengisi jabatan strategis dalam bidang Akuntansi. Selama ini jabatan ini dipegang oleh para lulusan Akuntansi dari kampus lain diluar Purwakarta seperti Jakarta, Bandung dan Karawang. Masalah lain saat ini adalah Purwakarta kekurangan Kantor Akuntan Publik yang telah terdaftar resmi (ter-register). Purwakarta baru mampu menelorkan para Sarjana baru bidang Akuntansi, padahal entitas usaha malah memerlukan Auditor Indipenden dalam memeriksa Laporan Keuangannya, dan Auditor ini hanya ada di KAP yang telah terdaftar resmi di Kementerian Keuangan.

Perkembangan teknologi informasi saat turut mempengaruhi dunia Akuntansi, praktek Akuntansi manual yang banyak menghabiskan waktu sudah mulai ditinggalkan. Berbagai macam software akuntansi mulai dari yang sederhana hingga yang memiliki fungsi perhitunagn Akuntansi yang komplek tersedia untuk digunakan dalam membantu penyusunan Laporan Keuangan secara efektif dan efisien.

Kondisi diatas menjadi tantangan bagi stakeholder Purwakarta dalam menghadapi masa depan, khususnya dalam menyediakan tenaga terampil dalam bidang Akuntansi. Lulusan Sarjana Akuntansi baru dari kampus - kampus di Purwakarta haruslah menjadi tuan di daerahnya sendiri. Disamping itu, semua Lembaga Pemerintah baik Pusat maupun Daerah selalu ingin mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dalam audit Laporan Keuangannya, termasuk juga Pemerintahan Daerah Purwakarta. Opini WTP ini hanya bisa diberikan oleh Auditor Indipenden.

Perkembangan teknologi informasi saat ini dapat juga menjadi ancaman bagi tenaga Akuntansi, untuk itu para tenaga Akuntansi harus mempersiapkan diri agar tidak tergilas oleh teknologi. Pekerjaan teknis Akuntansi saat ini sudah dilakukan secara komputerisasi dan otomatis mengurangi tenaga manusia. Kondisi ini diperparah bahwa pada tahun 2024 Indonesia akan mengalami tahun Bonus Demografi, dimana tenaga produktif di Indonesia mencapai puncaknya, sehingga persaingan akan menjadi suatu keharusan.

Biografi Penulis :

Nama : Dr. H. Vitra Yozi Chaniago, SE., ME., Ak., CA.
Tempat/Tanggal Lahir : Tanah Datar / 24 Mei 1973
Pekerjaan : _Tax Investigator_ (Penyidik Pajak) - Dirjen Pajak
Telpon/e-mail : 0813 - 2273 - 1041 / Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Pendidikan formal :
- Sekolah Tinggi Akuntansi Negara / Program Diploma Keuangan Jakarta
- Magister Ekonomi Terapan (MET) - Universitas Padjadjaran Bandung
- Doktor Ilmu Akuntansi (DIA) - Universitas Padjadjaran Bandung
Pengalaman Non Formal.
Diklat Juru Sita Pajak Negara, Diklat Pemeriksa Pajak, Diklat Forensik Digital, Diklat Penyidik Pajak - Pusdik Reskrim Mabes Polri, Diklat Ekspor Impor, Pusdiklat Ekspor Indonesia, Diklat Tindak Pidana Pencucian Uang - PPATK, Diklat _Transfer_ _Princing_ - Ditjen Pajak dan UECD.
Pengalaman Mengajar.
PKN Sekolah Tinggi Akuntasi Negara, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Tax Centre , Universitas Hasanudin Makassar, Univ 45 (Bosowa) Makassar, Balai Diklat Keuangan - Kementrian Keuangan.

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)