Foto : Suasana debat publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta.

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purwakarta baru saja menyelesaikan debat publik pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta periode 2018-2023, Kamis (19/4/2018) malam tadi.

Debat yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta itu, ternyata mempertontonkan adegan-adegan unik tiap-tiap paslon. Apa saja, simak tulisan di bawah.

Acep Maman salah jawab pertanyaan

Di tengah-tengah sesi debat, calon bupati nomor urut 1 Padil Karsoma sempat terjebak dalam suasana miskomunikasi dengan calon wakilnya, Acep Maman. Entah karena Acep Maman kurang konsen, mengharuskan Acep menjawab pertanyaan yang dilayangkan untuk paslon nomor urut 2, Anne Ratna Mustika-Haji Aming seputar politik dinasti.

Dengan semangat, Acep memaparkan opininya seputar ketidaksepakatan dengan politik dinasti. Meskipun moderator sudah melerai Acep untuk tidak melanjutkan pembicaraan, Acep masih tetap melanjutkan pembicaraan seputar politik dinasti. Sampai akhirnya, waktu pun habis.

Kelucuannya, Padil sempat menegur Acep dengan muka kesal. Pemandangan ini sempat menuai tawa para hadirin di dalam arena debat. Bagaimana dengan penonton di rumah?

Haji Aming Hemat Bicara

Calon wakil bupati nomor urut 2 ini juga tak kalah lucunya. Bagaimana tidak, Haji Aming sebagai pendamping Anne Ratna Mustika terlihat kebanyakan diam, dan mukanya terlihat tegang. Entah karena gugup, salah satu cawabup nomor urut 2 ini, terlihat hemat suara. Ia kebanyakan duduk, berdiri, tepuk tangan dan duduk lagi.

Jika dihitung, Haji Aming hanya bicara tiga kali, di sesi bertanya sekali dan dua kali menjawab. Lucunya lagi, Haji Aming malah dijerumuskan pertanyaan paslon lain seputar masalah ijazah dirinya, sampai persoalan pribadinya sebagai kades berlatarbelakang pengusaha.

Yang lebih greget lagi, Haji Aming banyak menolak tawaran moderator untuk menambahkan gagasan Anne di saat waktu bicara belum habis.

Dari ketiga calon wakil bupati, Haji Aming terlihat yang paling dominan diam, dan terlihat gugup saat berargumen.

Zainal Arifin Kampanyekan Nomor 1

Meski tidak langsung, simbol kampanye nomor urut pasangan lain sempat dilakukan oleh Zainal Arifin, cabup nomor 3. Mulanya Zainal Arifin hendak mengetes mikrofon dengan berkata "satu, satu, satu" hal ini pun dikomentari calon wakilnya, Luthfi Bamala.

Luthfi mengingatkan Zainal untuk mengetes mikrofon dengan memakai kata-kata tiga. "Tiga saja, jangan satu terus," kata Luthfi, disambut tawaan hadirin.

Bagaimana dengan penonton di rumah, apakah melihat momen-momen lucu lain yang tidak terbahas dalam tulisan ini?

DICKY ZULKIFLY

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)