Foto : Ilustrasi

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Dari sembilan korban human trafficking di China yang pemulangannya dibantu Jaringan Advokasi Rakyat Partai Solidaritas Indonesia (Jangkar PSI), empat di antaranya merupakan warga Kabupaten Purwakarta.

D dan Y warga Kecamatan Purwakarta serta M dan E warga Kecamatan Jatiluhur sebelumnya telah menjadi korban nikah paksa di Hainan dan Anhui, China. Para korban dijebak dengan iming-iming uang dan pekerjaan.

Belasan perempuan itu, diduga dibeli melalui perantara mafia. Bahkan korban dihargai dengan harga yang sangat fantastis, mencapai Rp400 juta perorang.

Dalam keterangannya, Ketua DPD PSI Kabupaten Purwakarta, Agus Sanusi mengatakan, proses pemulangan memakan waktu yang agak lama, mencapai satu tahun dan menyulitkan, karena para korban ini seluruhnya telah dinikahkan dengan para pembeli.

Akibatnya proses hukum pun menjadi gamang. Hal ini karena secara hukum yang berlaku mereka adalah istri sah dari para pembeli.

"Saya bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu kepulangan para korban terutama kepada presiden Jokowi, kementerian luar negeri dan pihak pihak terkait khususnya Habib Muannas selaku kuasa hukum dan jangkar solidaritas yang mengawal kasus ini sampai selesai," kata Agus, Rabu (11/9/2019)

Menurutnya, kasus ini prosesnya sendiri cukup panjang berlangsung hampir 1 tahun. Namun atas kerja keras berbagai pihak akhirnya para korban bisa pulang.

"Ke depannya saya berharap tidak ada lagi WNI khususnya masyarakat Purwakarta yang jadi korban. Pemerintah dalam hal ini harus melakukan upaya-upaya preventif untuk mencegah kejadian serupa. Apalagi mengingat cukup banyak masyarakat Purwakarta yang bekerja di luar negeri," demikian Agus Sanusi.(dik)

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)