Foto: PMI Lakukan Psikososial Support Program Untuk Pengungsi Anak

PALU, headlinejabar.com

Sepekan lebih pasca Gempa dan Tsunami yang menerjang wilayah Sulawesi Tengah, hal ini menyisakan rasa trauma yang mendalam bagi para warga khususnya anak-anak (09/10).

Palang Merah Indonesia (PMI) terus bergerak melakukan pelayanan Psikososial Support Program (PSP) kepada korban gempa bumi di beberapa wiliayah terdampak Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah.

Langkah ini dinilai perlu untuk memulihkan kondisi trauma psikologis warga setelah peristiwa Gempa yang disusul Tsunami yang terjadi di wilayah
Sulawesi Tengah pada tgl 28 September 2018 kemarin.

Berdasarkan informasi dari PMI menyebutkan, masyarakat terdampak tiga wilayah seperti Palu, danggolo, dan Sigi masih merasakan trauma. terutama anak anak, yang kondisinya menghawatirkan memilih tidur di dalam tenda, dan harus rela meninggalkan bangku sekolah tanggap bencana pun diperpanjang hingga tanggal 14 Oktober.

Diketahui,sedikitnya ada 500 kepala Keluarga yang menempati pengungsian ini. Bahkan tidak sedikit di kampung ini sebagian warga masih ada yang bertahan di pegunungan akibat trauma kembali ke rumah masing masing.

"Sudah hampir sepuluh hari tinggal di pengungsian. Tidak bisa sekolah dan takut kembali ke rumah," ucapnya.

Seperti salah satu anak, Pitria (6). Dirinya harus rela meninggalkan waktu belajar dan mainnya, tinggal di pengungsian bersama ratusan anak lainnya. Pitria mengaku sangat senang bisa bermain bersama dengan kakak-kakak dari PMI di pengungsian. (yus/eka)

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)