Foto : Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna.

JAKARTA, headlinejabar.com

Terkait wacana Gubernur DKI Jakarta menjadikan sepanjang trotoar Jl MH Thamrin dan Jl Jend Sudirman sebagai pusat ekspresi warga, Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna meminta pemprov memperhatikan ruang pejalan kaki.

"Yang menjadi catatan kita agar ruang pejalan kaki itu nanti tidak dipadati oleh-oleh segala macam PKL. Maka otomatis trotoarnya harus bebas dari itu," kata Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna kepada wartawan, Rabu (7/3/2018).

Yayat juga mengharapkan, ke depan pemprov memperhatikan aspek kebersihan trotoar, penerangan, sampai keamanan bagi pejalan kaki.

"Jadi penataan kawasan Thamrin Sudirman itu bukan hanya pada pembangunan trotoarnya. Tapi dalam konteks yang lain," tutur dia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal merenov Jalan Sudirman dan MH Thamrin sampai bisa menjadi tempat ekspresi saat jam pulang kantor.

"Menghidupkan kembali ruang ekspresi pascajam kantor dan jam istirahat," ujar Anies.

Penataab trotoar ini juga dalam rangka menyambut perhelatan Asian Games yang tinggal menunggu waktu lima bulan lagi.

Nantinya ada ada para seniman jalanan yang dibina oleh Pemprov dan digaji bulanan. "Jadi tak boleh memungut dari pejalan kaki," tutup Anies.

REPORTER : YUSUF STEFANUS
EDITOR : DICKY ZULKIFLY

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)