Foto : Iluatrasi

BANDUNG, headlinejabar.com

Gerakan Pemuda Kesehatan (GPK) Jawa Barat membantah menyelenggarakan seminar abal-abal dan memperjualbelikan sertifikat.

Organisasi ini sebelumnya berencanya menggelar seminar keperawatan di Techno Park Cimahi pada 14 September 2019 mendatang.

Tetapi, muncul informasi hoax terkait teknis pelaksanaan yang memperbolehkan peserta tidak Hadir, namun mendapat fasilitas berupa sertifikat akreditasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan materi berbentuk hard copy.

"Kebebasan berpendapat itu memang sudah dijamin di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, akan tetapi kita perlu bijak terkait berita atau informasi yang kita sampaikan itu harus berdasarkan fakta," ujar Ketua Umum GPK Jawa Barat, Septian Insan Wibawa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/8/2019).

Dirinya menyayangkan penyebaran informasi bohong berupa pamplet dengan kalimat seolah-olah memperbolehkan peserta tidak hadir dan menerima fasilitas seminar.

"Ini telah mencoreng nama baik organisasi dan melanggar Undang -Undang (UU) No11 tahun 2008 pasal 28 tentang ITE," katanya.

Pihak yang bertanggung jawab diminta segera membuat klarifikasi. Mengingat, kata Septian, hal semacam itu sudah mengganggu proses dan suksesi acara seminar kesehatan GPK.

"Dan jika pun ada peserta yang mendaftar tapi tidak datang, itu sudah menyalahi kode etik," ujarnya.

Dirinya berharap bahwa Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (Hipgabi) terlebih dahulu mengkroscek kebenaran informasi tersebut kepada panitia. Dan tidak secara sepihak membuat keputusan.

"Karena informasi bohong itu Hipgabi menarik salah satu narasumber dalam seminar kami," demikian Septian.(dik)

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)