Foto: Sambut 1 Muharram 1440 Hijiriyah: Ragam Kegaitan di Kecamatan Jatiluhur

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Beragam kegiatan digelar dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam yang jatuh pada tanggal 1 Muharram 1440 Hijriyah. Di wilayah Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Warga setempat mengisi kegiatan tahun baru hijriah dengan doa bersama dan pawai obor yang digelar hampir di semua Desa yang ada di Kecamatan Jatiluhur.

Camat Jatiluhur, Asep Supriyatna mengatakan, bahwa euforia perayaan tahun baru hijriah didengungkan di tiap desa lewat pawai obor.

"Alhamdulillah gebyar menyambut Tahun Baru Islam 1440 H menggema di seluruh Desa di Kecamatan Jatiluhur. Terimakasih para Kades, Jajaran Polsek, Jajaran Koramil, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan seluruh komponen masyarakat," ujar Asep Supriatna, Senin (10/9) malam.

Kemeriahan dalam menyambut tahun baru Islam ini, Asep berharap, bisa mempererat tali silaturahim diantara kaum Muslimin, mengenalkan kepada kaum muda bahwa bulan Hijriyah adalah bulan penanggalan Islam yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi evaluasi tahunan untuk mengevaluasi diri.

''Hijrah itu artinya bergerak. Orang yang hidup itu bergerak. Bergeraklah ke arah yang lebih baik. Bergeraklah dari malas menuju semangat, bergeraklah dari kemusyrikan menuju ketauhidan, bergeraklah dari kemiskinan menuju kekayaan. Kita tinggalkan tahun 1439 Hijriyah dan kita songsong tahun 1440 Hijriyah, semoga kita semuanya diberkahi Allah SWT, dan diberikan nikmat sehat, nikmat Iman dan nikmat Islam," tukasnya.

Sementara Di Kelurahan Sindang Kasih, perayaan tahun baru hijriah diisi dengan kegiatan lomba liwet antar Warga RT 13/07 di Sepanjang jalan Kapten Ismail, Kelurahan Sindangkasih Kecamatan Purwakarta.

Ketua RT 13, Dadang Herdiana, yang sekaligus panitia lomba liwet tersebut, mengatakan peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1440 H, merupakan kewajiban umat Islam untuk memperingatinya.

"Selain untuk memperingati 1 Muharram ini, bertujuan mempererat tali silaturahmi antara warga di lingkungan kami," ujar Dadang.

Lanjut dia, Dengan kegiatan semacam itu, seluruh elemen masyarakat bisa duduk bersama untuk menikmati liwet atau makan bersama yang dalam bahasa Sunda dikenal dengan istilah "mayoran".

"Setiap kelompok rupanya memiliki teknik dan resep masing-masing saat mengolah nasi liwet. Tak heran karena nasi liwet merupakan makanan favorit masyarakat sini," pungkasnya.

Terlihat semua warga menghadiri dan menikmati kegiatan tersebut secara antusias serta terlihat keakraban seperti yang diharapkannya.

"Tujuan utama bukan sekadar lomba atau hadiah yang diberikan tetapi lebih untuk memeriahkan Tahun Baru Islam dan jalin silaturahmi dengan makan bersama," tutup Dadang. (lan/eka)

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)