Foto : Ratusan masyarakat desa di Purwakarta mendatangi kediaman mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Rabu (11/4/2018).

PURWAKARTA,headlinejabar.com

Ratusan masyarakat desa di Purwakarta mendatangi kediaman mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Rabu (11/4/2018). Kediaman calon Wakil Gubernur Jawa Barat itu beralamat di Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta.

Kehadiran orang ‘lembur’ (kampung, red) tersebut bukan untuk menggelar aksi demonstrasi. Mereka datang tanpa diundang untuk merayakan ulang tahun Dedi Mulyadi ke 47.

Saat Dedi Mulyadi masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta, tradisi itu rutin mereka laksanakan setiap tahun di tanggal 11 April.

“Kang Dedi tidak pernah merayakan ulang tahun. Jadi, kami saja sebagai masyarakat yang merayakannya,” ujar Yasri (50), salah seorang warga Desa Pusakamulya, Kiarapedes, Purwakarta.

Hal senada diungkapkan oleh Abah Anom (60), seorang tokoh dari Desa Benteng, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta. Kokolot (sesepuh.red) desa itu mengatakan sebagai warga, dia tetap tergerak untuk datang memberikan selamat. Meskipun, Dedi Mulyadi saat ini sudah tidak lagi menjabat sebagai Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Anom sempat memimpin do’a berupa tawassul untuk Dedi Mulyadi dan keluarganya yang sudah meninggal. Terutama, lantunan Surat al Fatihah dikhususkan untuk almarhumah Karsiti, Ibu dari Dedi Mulyadi.

“Kami hanya bisa membalas kiprah Kang Dedi Mulyadi di Purwakarta dengan do’a. Selama 15 tahun beliau mengabdikan diri dan banyak kemajuan. Ini bentuk ‘mulang tarima’ (rasa terima kasih, red) kami kepada beliau,” katanya.

Anggota masyarakat yang berasal dari pelosok desa di Purwakarta itu tidak datang dengan tangan kosong. Mereka tampak membawa berbagai kuliner khas Nusantara terutama Sunda. Diantaranya, nasi tumpeng, bakakak ayam (ayam bakar.red), buah-buahan, sayuran dan hasil bumi lain.

“Kadonya hanya ini (sambil menunjukan bakakak ayam). Semoga Kang Dedi berkenan,” tandas Abah Anom.

Tangisan Haru

Raut haru tampak menyelimuti wajah Dedi Mulyadi. Terlebih dirinya kini menjadi bagian dari rakyat biasa karena sudah tidak lagi menjadi Bupati Purwakarta. Ucapan lirih terima kasih meluncur dari pria yang lekat dengan iket Sunda tersebut.

“Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Nuhun bakakakna (terima kasih ayam bakarnya),” katanya.

Dedi Mulyadi memiliki kisah tersendiri tentang bakakak dan nasi timbel. Saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, dalam seminggu pasti ada saja hari dimana dia mendapat kiriman makanan khas Sunda itu.

“Iya ada saja dulu yang kirim. Saya kira gak akan ada lagi yang kirim kalau sudah tidak menjadi Bupati,” katanya.

Harapan terpanjat di hari kelahirannya, dia berdo’a agar mampu menghasilkan karya yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga saya bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)