Foto : Warga Purwakarta Khawatirkan Sesuatu Saat Dedi Mulyadi Lengser

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Dedi Mulyadi bakal segera meninggalkan jabatannya sebagai Bupati Purwakarta terhitung pada tanggal 12 Februari 2018. Pasalnya, ia akan ditetapkan oleh KPU Jawa Barat sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi Deddy Mizwar.

Proses tersebut ternyata mengundang kekhawatiran bagi warga Purwakarta sendiri. Mereka berharap ada sosok pengganti yang sepadan untuk pria yang akrab dengan iket Sunda jenis makutawangsa tersebut.

"Saya berharap semua kebijakan Kang Dedi ada yang meneruskan. Jangan setelah Kang Dedi lengser, kami susah lagi mengurus KTP dan KK," ujar Yayan (45) warga Wanayasa, Minggu (4/2/2018) malam.

Buruh tani yang hadir dalam acara paturay tineung di Lapangan Desa Babakan itu juga mengapresiasi kebijakan Dedi di bidang kesehatan. Dia mengaku bebas berobat di puskesmas dan rumah sakit dengan hanya berbekal KTP dan KK yang dia miliki.

"Biasanya ke puskesmas dulu kalau sakit. Kalau menurut puskesmas harus dirujuk, kami bawa rujukannya ke rumah sakit. Itu semua gratis," katanya.

Farid Pamungkas (33) pun menyampaikan hal senada. Dirinya pernah merasakan fasilitas Ambulance on Call gratis yang dia panggil untuk tetangganya yang sakit.

"Waktu itu pernah ada tetangga sakit. Saya butuh ambulance, Alhamdulillah cepat datang," ujarnya.

Menurut Farid, menjadi kewajaran ketika kekhawatiran muncul saat masa jabatan Dedi Mulyadi berakhir. Kata dia, Dedi merupakan satu-satunya sosok Bupati Purwakarta yang mengawal langsung kebijakannya hingga tatanan teknis.

"Saya kira wajar ya, kan kalau ada kesulitan, warga itu bisa lapor langsung, Kang Dedi langsung tindak lanjut," tandasnya.

Jaga Hasil Pembangunan

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan sebagian besar kebijakannya lahir dari hasil kontemplasi di tengah masyarakat Wanayasa. Kata dia, banyak refleksi sejarah yang ia rasakan di wilayah penghasil Manggis dan Pala tersebut.

"Banyak sejarah disini. Saya sering berkontemplasi, kemudian lahir kebijakan baru untuk masyarakat Purwakarta," katanya.

Dedi pun berpesan agar hasil pembangunan di daerah yang menjadi Ibu Kota Karawang di masa lalu tersebut dijaga dengan baik. Potensi wisata alam dan wisata kuliner, kata dia, harus dikelola oleh warga berbekal kreatifitasnya.

"Satenya di-branding, ketan bakarnya di-branding, wisata alamnya di-branding. Silakan kelola agar orang mau datang kesini," pungkasnya.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY

klik disini

Terpopuler

Kampanye Damai Pasangan Cabup dan Cawabup Purwakarta No urut 2 (Hj Anne Ratna Mustika dan H Aming)

iklan hpn hanura 1

iklan hpn headline 1